Paradigma sosial

                      PARADIGMA SOSIAL


 Paradigma sosial merupakan gabungan antara dua kata yakni, paradigma dan sosial. Paradigma adalah suatu bentuk cara pandang seseorang dalam memandang sesuatu, yang berpengaruh dalam pola berpikirnya. Sedangkan kata sosial diartikan sebagai sesuatu yang lahir, tumbuh, serta berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi, paradigma sosial merupakan kerangka berpikir dalam masyarakat yang memaparkan bagaimana cara pandang terhadap fakta kehidupan sosial serta perlakuan terhadap ilmu atau teori yang telah ada. 

 Paradigma sosial ini secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu kualitatif dan kuantitatif. Paradigma sosial kualitatif adalah suatu peristiwa tidak hanya dipandang secara tungaal, namun banyak aspek, unsur, serta ada hal lainnya yang membentuk perilaku tersebut. Sedangkan paradigma sosial kuantitatif adalah cara yang dipakai oleh peneliti untuk mendapatkan kesimpulan secara umum serta hasil penelitian yang didasarkan pada pengujian secara empiris. Akan tetapi dari masing – masing paradigma memiliki kekurangan serta kelebihan sendiri – sendiri. 

 Ada tiga teori yang termasuk kedalam paradigma definisi sosial diantaranya yakni teori aksi ( action ), teori interaksionisme simbolik, dan fenomologi. Teori aksi (action theory) diangkat dari karya Max Weber sangat menekankan kepada tindakan intersubyektif dan intrasubyektif dari pemikiran manusia yang menandai tindakan sosial. Teori aksi ini menurut Ritzer sebenarnya tidak memberikan sumbangan yang begitu penting terhadap perkembangan ilmu sosial Amerika Serikat, tetapi dapat mendorong dalam mengembangkan teori Interaksionisme simbolik. Teori interaksionisme simbolik berbeda dengan penganut paradigma fakta sosial yang beranggapan bahwa manusia secara sederhana memberikan reaksi secara otomatis terhadap rangsangan yang datang dari luar dirinya. Menurut interaksionisme simbolik terdapat proses berpikir yang menjembatani antara stimulus dan respon. Sedangkan teori fenomenologi muncul sebagai hasil dari perbedaan antara teori tindakan dan teori Interaksionisme Simbolik yang dapat telususri kembali kepada karya Weber. Teori ini sangat menekankan hubungan antara realitas susunan sosial dengan tindakan aktor. Teori ini berbeda dari teori yang lain karena perhatiannya yang lebih besar kepada kehidupan sehari-hari yang biasanya dianggap selalu benar. Teori ini dapat pula dibedakan atas dasar metodologi yang direncanakannya untuk mengungkap situasi sosial, sehingga dengan demikian dunia yang sebenarnya dapat dipelajari.




Referensi

Ritzer,G. 2007. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta: Raja Grafindo Persada





Komentar